07

Oktober
2020

Apa Yang Membuat Harga Emas Naik dan Turun?

Apa Yang Membuat Harga Emas Naik dan Turun?

Hi Teman Lakuemas! Pernahkah kalian berpikir sejenak tentang mengapa emas dipandang istimewa dan berharga? Mengapa sebuah emas yang tidak diragukan lagi adalah logam mulia yang paling berharga, populer, sering ditulis dan didiskusikan secara luas, tetapi begitu banyak yang masih sangat sedikit yang tahu tentangnya? Ayo kita bahas!

Kata “Gold (emas dalam bahasa inggris)” sendiri berasal dari kata bahasa Inggris kuno yaitu “Geolo” yang berarti kuning. Emas sangat padat, namun sangat lembut dan mudah dibentuk. Ini adalah logam yang sangat menarik, cerah, berkilau, hampir bercahaya yang tahan terhadap faktor-faktor usang seperti korosi dan karat di udara dan air. Sebagai logam yang sangat lentur, emas juga sangat dihargai karena kemampuannya untuk menghantarkan panas dan listrik dengan baik.

Sejarah mengenai emas dimulai dari ribuan tahun yang lalu. Orang Mesir kuno adalah pandai emas yang sangat mahir yang menggunakan logam untuk patung hiasan, artefak, perhiasan, topeng dan makam. Hampir 4.000 tahun SM, pengrajin di Mesopotamia (sekarang Irak modern), membuat cangkir emas, mangkuk dan cincin, kalung, dan patung yang sangat indah. Selama "Abad Pertengahan", ilmu esoterik yang dikenal sebagai "alkimia" membangkitkan kembali impian manusia untuk dapat benar-benar menciptakan emas melalui kombinasi sains.

Harga emas digerakkan oleh kombinasi penawaran, permintaan, dan perilaku investor. Misalnya, banyak investor menganggap emas sebagai lindung nilai inflasi karena uang kertas kehilangan nilai karena lebih banyak dicetak, sementara pasokan emas relatif konstan. Kebetulan, penambangan emas tidak menambah banyak pasokan dari tahun ke tahun. Saat ini, emas dicari, tidak hanya untuk tujuan investasi dan untuk membuat perhiasan, tetapi juga digunakan dalam pembuatan alat elektronik dan medis tertentu. Harga emas dunia (per Agustus 2020) lebih dari $ 2.059 per troy ounce dan naik jauh dari level di bawah $ 100 yang terlihat 50 tahun yang lalu yang membuat harga ini menjadi rekor baru. Faktor apa yang mendorong harga logam mulia ini lebih tinggi dari waktu ke waktu? Ayo kita simak!

1. Cadangan Bank Sentral

Bank sentral memegang mata uang kertas dan emas sebagai cadangan. Saat bank sentral mendiversifikasi cadangan moneter mereka menjauh dari mata uang kertas yang telah mereka kumpulkan, diubah menjadi emas maka harga emas biasanya naik. Banyak negara di dunia memiliki cadangan yang terutama terdiri dari emas.

Faktanya, Bloomberg melaporkan bahwa bank sentral global paling banyak membeli emas sejak AS meninggalkan standar emas pada tahun 1971. Secara keseluruhan, pemerintah Amerika Serikat (AS) membeli total 651 ton emas pada 2018 (Soure: Bloomberg).

2. Nilai dari U.S. Dollar

Harga emas umumnya berbanding terbalik dengan nilai dolar Amerika Serikat karena logam tersebut berdenominasi dollar. Dollar AS yang lebih kuat cenderung menjaga harga emas lebih rendah dan lebih terkontrol, sementara Dollar AS yang lebih lemah cenderung mendorong harga emas lebih tinggi melalui peningkatan permintaan. Akibatnya, emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Saat inflasi meningkat, begitu pula harga emas akan meningkat.

3. Kebutuhan Perhiasan dan Permintaan Industri di Seluruh Dunia

Pada 2019, perhiasan menyumbang sekitar setengah dari permintaan emas, yang berjumlah lebih dari 4.400 ton, menurut Dewan Emas Dunia, India, Cina, dan Amerika Serikat adalah konsumen emas perhiasan yang besar dalam hal volume. Jumlah permintaan lainnya sebesar 7,5% dikaitkan dengan teknologi dan penggunaan industri untuk emas, yang digunakan dalam pembuatan perangkat medis dan elektronik presisi seperti unit GPS. Oleh karena itu, harga emas dapat dipengaruhi oleh teori dasar penawaran dan permintaan; karena permintaan barang-barang konsumsi seperti perhiasan dan elektronik meningkat, harga emas bisa naik.

4. Permintaan Investasi

Harga emas dunia juga dipengaruhi permintaan dari Exchange Traded Fund (ETF) di bursa global AS yang memegang logam dan menerbitkan saham yang dapat dibeli dan dijual oleh investor. SPDR Gold Trust (GLD) memiliki lebih dari 1.040 ton emas pada Maret 2020. Secara keseluruhan, pembelian emas dari berbagai instrumen investasi pada tahun 2019 adalah 1.271,7 ton, menurut Dewan Emas Dunia, mewakili lebih dari 29% total permintaan emas.

5. Produksi Emas Dunia

Pemain utama di pertambangan emas dunia adalah Cina, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Australia, Rusia, dan Peru. Produksi emas dunia mempengaruhi harga emas, contoh lain dari suplai memenuhi permintaan. Produksi tambang emas sekitar 3.260 ton pada 2018, naik dari 2.500 ton pada 2010.

Namun, meskipun terjadi peningkatan dalam rentang sepuluh tahun, produksi penambangan emas tidak berubah secara signifikan sejak tahun 2016. Salah satu alasannya adalah bahwa "emas yang mudah ditambang (easy gold)" telah banyak ditambang; maka dari itu penambangan saat ini harus menggali lebih dalam untuk mengakses cadangan emas berkualitas. Fakta bahwa emas lebih sulit untuk diakses menimbulkan masalah tambahan: penambang dihadapkan pada bahaya tambahan, dan dampak lingkungan meningkat. Singkatnya, biayanya lebih mahal untuk mendapatkan lebih sedikit emas. Hal tersebut menambah biaya produksi tambang emas, yang terkadang mengakibatkan harga emas melambung tinggi.

6. Perlindungan Kekayaan

Selama masa ketidakpastian ekonomi, seperti yang terlihat selama masa resesi ekonomi yang diakibatkan pandemi Covid-19, lebih banyak orang beralih ke investasi emas karena nilainya yang cenderung naik. Emas sering dianggap sebagai "safe haven" bagi investor selama masa-masa sulit. Ketika pengembalian yang diharapkan atas obligasi, ekuitas pasar modal, dan real estat turun, minat dalam investasi emas dapat meningkat, menaikkan harganya. Emas dapat digunakan sebagai lindung nilai untuk melindungi dari peristiwa ekonomi seperti devaluasi mata uang atau inflasi. Selain itu, emas juga dianggap memberikan perlindungan selama periode ketidakstabilan politik.

Nah, Teman Lakuemas kini sudah tahu kan mengapa harga emas besok bisa naik bisa juga turun. Meskipun harga emas bisa berubah-ubah dalam jangka pendek, tapi selalu mempertahankan nilainya dalam jangka panjang dengan trend nilai yang terus meningkat. Makanya gausah pusing pantengin harga emasnya tiap hari yang bisa kadang naik dan kadang turun.

Ayo segera sisihkan pendapatan kamu untuk terus menabung di platform Lakuemas #cukupdarirumah

Lakuemas, Cara Baru Beli Emas

ARTIKEL LAINNYA

Di Tengah Gejolak Ekonomi, Tren Investasi Digital Justru Melonjak
Kamis, 19 November 2020
Di Tengah Gejolak Ekonomi, Tren Investasi Digital Justru Melonjak

Dilansir dari Kumparan.com - Siapa sangka, di tengah kondisi morat-maritnya ekonomi, kesadaran masyarakat untuk berinvestasi justru meningkat. Salah satu penyebabnya adalah investasi dinilai bisa menyelamatkan kondisi finansial saat situasi tak tentu seperti sekarang.


LANJUTKAN
Ongkos Naik Haji : Tabungan Emas atau Uang
Selasa, 10 November 2020
Ongkos Naik Haji : Tabungan Emas atau Uang

Salah satu cita-cita tertinggi seorang Muslim adalah dapat menunaikan ibadah haji sebagai rukun Islam yang kelima. Untuk mewujudkan terlaksananya ibadah fisik, spiritual dan finansial ini, Muslim di Indonesia diharuskan memiliki Ongkos Naik Haji (ONH).


LANJUTKAN
10 Film yang Menginspirasi Orang Berinvestasi
Senin, 02 November 2020
10 Film yang Menginspirasi Orang Berinvestasi

Walaupun investasi dan bisnis merupakan topik yang serius dan tidak cocok dijadikan sebuah film karena dibilang membosankan dan kurang menghibur, namun ternyata ada banyak film yang menjadikan investasi dan bisnis sebagai salah satu unsur cerita bahkan tema utama dari sebuah film.


LANJUTKAN