31

Maret
2021

Perbedaan Menabung Emas dan Saham

Perbedaan Menabung Emas dan Saham

Tren investasi sedang sangat meningkat di tengah masyarakat Indonesia sejak pandemi, terutama dikalangan muda. Semakin banyak anak muda yang mulai berani untuk mencoba investasi dan mengenal pentingnya menabung demi masa depan yang lebih baik. Menabung dengan menyimpan uang di bank adalah suatu yang baik namun juga dinilai sudah mulai kuno dan kurang menguntungkan. Hal ini tentunya karena fakta bahwa nilai uang semakin lama semakin terus berubah. Contoh sederhananya adalah harga semangkuk bakso yang dulu hanya Rp5.000,- sekarang menjadi sangat tidak mungkin.


Lalu anak muda saat ini dihadapkan pada dua pilihan paling umum untuk berinvestasi, yaitu menabung emas dan saham. Namun tunggu dulu, sebelum mengetahui jawabannya kita harus mengetahui dahulu kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Menabung saham tidak dapat dilakukan sembarangan, hal ini karena karakteristik saham yang sangat mudah mengalami perubahan harga, bahkan secara drastis. Apabila ingin mendapat keuntungan yang lebih signifikan dalam kurun waktu yang cukup singkat, menabung saham menjadi jawabannya. Namun, bahaya harga anjlok dan merugi selalu mengintai dengan siaga dari balik pintu.

 

Bila menabung saham memerlukan analisis dan pengetahuan yang mendalam, menabung emas tidak selalu demikian. Menabung emas bukan berarti tidak memiliki resiko sama sekali. Harga emas bisa saja turun dan naik, namun yang perlu dicatat adalah perubahan harga pada emas tidak drastis sehingga risiko yang ditanggung menjadi lebih rendah. Bahkan jika kita simpan emas dari tahun Januari 2011 sampai dengan Januari 2021, return of investment (ROI) nya sampai dengan 100%. Nilai ini masih lebih tinggi dibanding dengan kenaikan ROI Indeks Harga Saham Gabungan Indonesia (IHSG) yaitu 74% di rentang waktu yang sama. Maka dari itu kita dapat simpulkan bahwa emas adalah instrument yang cocok disimpan dalam jangka panjang untuk melindungi nilai uang kita.

 

Dan di tengah pandemi seperti ini, untuk memutus rantai penyebaran virus, kita harus mengurangi aktifitas bepergian. Eits! Tapi tidak perlu khawatir karena menabung emas sekarang bisa hanya dari rumah.

 

Yuk mulai menabung emas di Lakuemas, Cara Baru Beli Emas!

ARTIKEL LAINNYA

Apa Yang Membuat Harga Emas Naik Dan Turun ?
Selasa, 05 Desember 2023
Apa Yang Membuat Harga Emas Naik Dan Turun ?

Bicara mengenai harga emas, harga emas digerakkan oleh kombinasi penawaran, permintaan, dan perilaku investor. Misalnya, banyak investor menganggap emas sebagai lindung nilai inflasi karena uang kertas kehilangan nilai karena lebih banyak dicetak, sementara pasokan emas relatif konstan, dan kebetulan, penambangan emas tidak menambah banyak pasokan dari tahun ke tahun. Dan ada beberapa faktor lain yang membuat harga logam mulia bisa naik lebih tinggi atau turun dari waktu ke waktu. Ayo kita simak!


LANJUTKAN
Harga Emas Mencapai Rekor Tertinggi Di Atas $2.100 !
Senin, 04 Desember 2023
Harga Emas Mencapai Rekor Tertinggi Di Atas $2.100 !

Ketua Jerome Powell, ketika berbicara pada hari Jumat, menegaskan kembali pendiriannya bahwa suku bunga AS akan tetap lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama. Namun beberapa perubahan dalam isyaratnya – terutama pengakuannya terhadap kemajuan yang dicapai dalam mengendalikan inflasi dan potensi “soft landing” bagi perekonomian AS – memperkuat ekspektasi bahwa The Fed tidak akan lagi menaikkan suku bunga pada bulan Desember, dan berpotensi mulai menurunkan suku bunga paling lambat di bulan Maret 2024. Jadi harga emas masih akan naik atau turun nih LakuFriends ?


LANJUTKAN
Harga Emas Melonjak ? Ini Yang Terjadi..
Kamis, 30 November 2023
Harga Emas Melonjak ? Ini Yang Terjadi..

Kenaikan harga emas hingga perdagangan kemarin masih didorong dari sentimen melemahnya dolar dan ekspektasi bahwa The Fed AS telah selesai menaikkan suku bunga. Harga emas telah mencapai level tertinggi dalam lebih dari enam bulan. Harga emas kini masuk area short trend bullish, dengan indeks dolar dalam tren menurun di tengah harapan The Fed tidak akan lagi menaikkan suku bunga dan bahkan mungkin akan memangkasnya pada musim semi tahun depan. Lalu apakah tren penguatan ini akan bertahan hingga bulan-bulan selanjutnya ?


LANJUTKAN