10

March
2023

Pengenaan Pajak bagi Pembeli dan Penjual Emas

Pengenaan Pajak bagi Pembeli dan Penjual Emas

Emas (logam mulia) merupakan salah satu instrumen investasi yang memiliki risiko relatif rendah dan aset ini memiliki nilai lebih stabil daripada instrumen investasi lainnya.


Hal ini terbukti dengan meningkatnya harga emas secara drastis di saat pandemi karena melonjaknya permintaan. Emas telah menjadi instrumen investasi yang aman di tengah kekhawatiran krisis ekonomi. Namun, perlu diingat juga bahwa emas merupakan salah satu komoditas yang dikenakan pajak.


Pajak emas merupakan istilah yang diberikan pada pengenaan pungutan pajak saat seseorang membeli dan menjual emas. Bila memiliki logam mulia emas dalam bentuk batangan, baik itu melalui pembelian langsung, maupun dengan sistem cicilan, maka jenis pajak yang dipungut, adalah Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22.


Berdasarkan Pasal 5 Ayat (1) huruf (h) Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 34/PMK.010/2017, tarif PPh Pasal 22 atas penjualan emas batangan oleh badan usaha yang melakukan penjualan adalah sebesar 0,45 persen dari harga jual emas batangan, tarif ini berlaku bagi pembeli yang memiliki NPWP. Sementara, bagi pembeli yang tidak memiliki NPWP, tarif yang dikenakan adalah sebesar 0,9 persen. Namun, pembeli emas tidak menyetorkan PPh ini secara langsung karena PPh sudah termasuk dalam harga pembelian emas. Artinya, setiap pembelian emas batangan akan dipungut PPh Pasal 22 oleh badan usaha yang menjualnya dan pembeli akan mendapatkan bukti potong PPh Pasal 22.


Namun, sejalan dengan berlakunya UU 7/2021 terkait Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP), tarif PPN diputuskan menjadi 11%, sehingga mengacu pada peraturan tersebut, penyerahan emas perhiasan dan/atau jasa terkait dengan emas perhiasan oleh pengusaha emas perhiasan mengikuti tarif PPN 11%. Sementara itu, dasar pengenaan pajak (DPP) emas perhiasan masih mengikuti ketentuan dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 30/2014 tentang PPN atas Penyerahan Emas Perhiasan.


DPP perhitungan PPN terutang diatur dalam Pasal 4 PMK 30/2014 yakni, nilai lain yang ditetapkan 20% dari harga jual emas perhiasan atau nilai penggantian. Oleh karena itu, penyerahan emas pehiasan terutang PPN 11% dilakukan DPP.

ARTIKEL LAINNYA

Investasi Di Usia Muda, Ini Manfaatnya !
Friday, 02 February 2024
Investasi Di Usia Muda, Ini Manfaatnya !

Tau nggak sih memulai investasi dari sedini mungkin banyak sekali keuntungannya terutama untuk kehidupan finansial masa depan kamu nanti. Jadi nggak ada salahnya untuk mulai belajar investasi dari hari ini, karena investasi adalah suatu cara untuk membuat kondisi finansialmu lebih baik. Simak yuk artikel lengkapnya mengenai manfaat investasi di usia muda!


LANJUTKAN
Tips Penggunaan Kartu Kredit Yang Harus Kamu Tahu
Thursday, 25 January 2024
Tips Penggunaan Kartu Kredit Yang Harus Kamu Tahu

Hai LakuFriends transaksi secara digital saat ini marak penggunaannya dikarenakan lebih mudah dan efisien. Hal ini menyebabkan meningkatnya transaksi digital di Indonesia salah satunya adalah pembayaran menggunakan kartu kredit secara digital, dimana pemilik kartu kredit harus memasukkan data informasi kartu kredit ke dalam aplikasi atau e-commerce untuk membayar. Namun ada hal-hal yang harus diperhatikan nih LakuFriends, simak artikel berikut yuk !


LANJUTKAN
Apa Benar Emas Jadi Aset Safe Heaven Paling Berarti ?
Thursday, 11 January 2024
Apa Benar Emas Jadi Aset Safe Heaven Paling Berarti ?

Suatu aset dikatakan safe haven adalah ketika terjadi gejolak atau ketidakpastian dalam pasar finansial maka aset tersebut dianggap tidak berkaitan atau tidak memiliki hubungan negatif dengan aset atau portofolio investasi lainnya. Tak jarang juga kita mendengar bahwa sejumlah investor senang mengumpulkan aset safe haven. Dan salah satu komoditas yang sering disebut-sebut sebagai aset safe haven akan kita bahas dalam artikel kali ini !


LANJUTKAN