30

July
2020

Dollar AS Loyo, Harga Emas Kembali Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Dollar AS Loyo, Harga Emas Kembali Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Dilansir dari Kompas.com - 28/07/2020 - Harga emas melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa pada akhir perdagangan Senin (27/7/2020) waktu setepat (Selasa pagi WIB). Para investor yang mencari perlindungan dari kemungkinan terpukulnya ekonomi global yang sedang dilanda pandemi dari peningkatan pertikaian AS-China. Ketegangan dua negara dengan ekonomi terbesar dunia itu yang menghantam dollar AS ke level terendah dalam dua tahun.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, berhasil menembus level psikologis 1.900 dollar AS, melonjak 33,5 dollar AS atau 1,77 persen, ditutup pada 1.931 dollar AS per ounce. Posisi ini merupakan level tertinggi sepanjang masa. "Dollar AS kehilangan daya tarik safe-haven dan Anda akan terus melihat lonjakan emas karena dollar jatuh," kata Analis Pasar Senior OANDA, Edward Moya.

"Semuanya mengklik untuk emas. Ada prospek tinggi bahwa Federal Reserve akan meningkatkan upaya mereka untuk memperbaiki ekonomi dan ketidakpastian virus akan berarti bahwa perdagangan stimulus akan tetap ada," tambah dia. Indeks dollar mencapai level terendah dua tahun karena ketegangan AS dan China serta kekhawatiran tentang ekonomi AS ketika infeksi Covid-19 tidak menunjukkan tanda-tanda perlambatan di ekonomi terbesar dunia itu. Indeks dollar AS, yang mengukur greenback (sebutan bagi dollar AS) terhadap enam mata utama lainnya, merosot 0,72 persen menjadi 93,68. Indeks sebelumnya jatuh ke 93,47, terendah sejak Juni 2018.

Emas telah melambung 28 persen sepanjang tahun ini, menandai pergeseran dari sebelum pandemi, ketika emas harus bersaing dengan safe havens lain seperti dollar AS, terutama di tengah-tengah ketegangan China-AS, yang membatasi aliran masuk ke dalam emas. China pada Senin mengambil alih tempat konsulat AS di kota barat daya Chengdu sebagai pembalasan atas pengusiran Beijing pekan lalu dari konsulatnya di Houston, Texas. Sementara Senat Republik AS diperkirakan akan meluncurkan paket bantuan virus Corona senilai 1 triliun dollar AS. Investor juga akan memperhatikan pertemuan The Fed AS mulai Selasa ini. Bank sentral AS tersebut diperkirakan akan mengeluarkan perubahan kebijakan akomodatif lainnya.

Emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding) dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, dengan para analis juga menunjuk aliran besar-besaran ke dalam dana-dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) berbasis emas sebagai pendorong di balik reli. "Penyembuhan untuk Covid-19 memiliki potensi untuk menghidupkan kembali sentimen risiko global dan meningkatkan kepercayaan investor," kata Analis FXTM Lukman Otunuga. "Gelombang pasang optimisme dari perkembangan positif dapat mengirim para pemain pasar berlari menuju aset-aset berisiko dengan mengorbankan safe-havens," lanjut dia.

Lakuemas, Cara Baru Beli Emas

ARTIKEL LAINNYA

Emas Curi Perhatian, Ini Yang Terjadi !
Tuesday, 22 September 2026
Emas Curi Perhatian, Ini Yang Terjadi !

Fase awal eskalasi geopolitik tidak selalu langsung menjadi cerita tentang emas. Apabila ketidakpastian berlangsung lebih lama, muncul kombinasi antara tekanan inflasi, perlambatan ekonomi, risiko fiskal, serta kebutuhan diversifikasi aset, emas berpotensi mendapatkan dukungan yang lebih kuat sebagai store of value dan sebagai aset lindung nilai.


LANJUTKAN
Informasi Layanan LAKUEMAS
Tuesday, 11 August 2026
Informasi Layanan LAKUEMAS

Saat ini, sebagian pengguna dapat mengalami kendala akses yang bersifat sementara. Dan kami pastikan bahwa akun dan data Anda tetap aman dan tidak perlu khawatir ya.


LANJUTKAN
Harga Emas Kembali Naik Tembus US$4.300, Ini Faktanya !
Thursday, 18 June 2026
Harga Emas Kembali Naik Tembus US$4.300, Ini Faktanya !

Di tengah berbagai dinamika pasar global, emas masih menjadi aset yang diminati oleh banyak bank sentral dunia. Perkembangan positif lainnya datang dari pelemahan dolar AS. Indeks Dolar AS tercatat masih bergerak di dekat level terendah dalam 10 hari terakhir. Kondisi ini memberikan keuntungan bagi emas karena pelemahan dolar biasanya membuat harga emas menjadi lebih menarik bagi investor global. Tidak heran jika sentimen tersebut turut memberikan dukungan terhadap kenaikan harga emas.


LANJUTKAN