28

April
2022

Sambut Lebaran, Harga Emas Terpantau Aman

Sambut Lebaran, Harga Emas Terpantau Aman

Lebaran tinggal menghitung hari lagi, banyak keluarga maupun individu yang sudah merencanakan jauh-jauh hari untuk mudik ke kampung halaman. Persiapan yang dimatangkan ditengah situasi pandemi menjadi tantangan tersendiri. Namun tidak menghalangi semangat dan antusias masyarakat Indonesia untuk bertemu keluarga tercinta di rumah. Apakah Teman Lakuemas juga akan mudik ? sepertinya kesempatan emas ini tidak boleh dilewatkan ya.. lama tidak berkumpul dengan keluarga setelah merantau pasti membuat rindu dan inilah waktunya untuk sekaligus memberi yang terbaik untuk mereka !

 Sebelum berangkat dan bertemu keluarga, apa buah tangan yang sudah siap dibawa juga ? sepertinya ramai diperbincangan bahwa membawa diri terasa kurang lengkap jika tidak membawa buah tangan seperti hampers lebaran atau hadiah kecil untuk seluruh sanak saudara dan orang tua. Pernah dengar emas batangan dijadikan variasi hadiah lebaran ? ternyata emas memberi kesan tersendiri meskipun harganya berfluktuatif mengikuti arus kondisi. Emas tidak lagi menjadi hal baru, terlebih untuk mereka yang sudah mengenal emas digital. Memberi emas semakin mudah !

Namun, berita terkini yang dilansir investasi.kontan.co.id, pergerakan harga emas batangan masih akan terus meroket dan berpotensi semakin naik karena naiknya permintaan menjelang Ramadan. Menurut Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin, harga emas menjelang lebaran diperkirakan akan meningkat. Kebijakan pemerintah yang melonggarkan kegiatan masyarakat untuk mudik memicu masyarakat untuk melakukan pembelian emas. Sementara prospek pergerakan harga emas juga masih akan berfluktuasi di tengah ancaman inflasi global. Sentiment yang dapat mempertahankan harga emas tetap tinggi adalah proses pemulihan ekonomi global yang belum stabil karena inflasi dari kenaikan harga BBM, sehingga harga emas dunia masih bertahan di atas US$ 1.900 per troy ons. Harga emas memang mulai bergerak naik secara positif menjelang Hari Raya, menurut Mino, Indo Premier Sekuritas Equity Analyst (Jumat, 22 April 2022) terdapat sentimen terkait Lebaran, karena banyaknya permintaan emas khususnya dari dalam negeri.

Wang Tao, analisis pasar Reuters, mengatakan emas tengah menguji titik resistance nya di US$ 1.961 per troy ons. Jika emas mampu menembus titik tersebut, maka emas bisa kembali ke tren kenaikan dan harganya bisa merangkak ke kisaran US$ 1.975.

Berbagai kemungkinan yang memicu harga emas naik menjelang Idul Fitri, namun jangan kawatir meskipun harga emas diperkiraan meroket tapi tetap terpantau aman. Dan Lakuemas mampu menambah keseruan yang menyenangkan ketika membeli emas. Experience yang coba diberikan ini memungkinkan anda membeli emas dengan nyaman dan aman bahkan dari rumah saja. Menuju hari yang Fitri ini, Lakuemas hadir dengan promo pembelian emas yang tidak kalah menarik ! Diskon 1,2% tanpa minimum pembelian hanya untuk anda ^^

Kunjungi https://www.lakuemas.com/promo/ramadhan-kareem-lakuemas  !

ARTIKEL LAINNYA

Informasi Layanan LAKUEMAS
Tuesday, 11 August 2026
Informasi Layanan LAKUEMAS

Saat ini, sebagian pengguna dapat mengalami kendala akses yang bersifat sementara. Dan kami pastikan bahwa akun dan data Anda tetap aman dan tidak perlu khawatir ya.


LANJUTKAN
Harga Emas Kembali Naik Tembus US$4.300, Ini Faktanya !
Thursday, 18 June 2026
Harga Emas Kembali Naik Tembus US$4.300, Ini Faktanya !

Di tengah berbagai dinamika pasar global, emas masih menjadi aset yang diminati oleh banyak bank sentral dunia. Perkembangan positif lainnya datang dari pelemahan dolar AS. Indeks Dolar AS tercatat masih bergerak di dekat level terendah dalam 10 hari terakhir. Kondisi ini memberikan keuntungan bagi emas karena pelemahan dolar biasanya membuat harga emas menjadi lebih menarik bagi investor global. Tidak heran jika sentimen tersebut turut memberikan dukungan terhadap kenaikan harga emas.


LANJUTKAN
Pergeseran Eskpektasi Pasar Terjadi Lebih Cepat, Pertanda Apa ?
Thursday, 11 June 2026
Pergeseran Eskpektasi Pasar Terjadi Lebih Cepat, Pertanda Apa ?

Tidak terlepas dari dampak penutupan Selat Hormuz akibat eskalasi konflik Iran-AS pada Maret 2026, gangguan jalur energi global tersebut mendorong harga minyak melonjak hingga sekitar US$119 per barel atau naik sekitar 60% sejak konflik dimulai yang hingga kini belum kunjung normal. Kenaikan harga energi kemudian menjalar ke berbagai sektor yang pada akhirnya meningkatkan tekanan inflasi secara lebih luas dan bersifat struktural. Bagaimana dengan emas ? Simak pada artikel berikut.


LANJUTKAN